Senin, 02 Mei 2016

Kisah Nabi Yunus

Diposting oleh Noorkhaliza di 21.49



Nabi Yunus bin Mata termasuk orang yang shaleh, sejak belum diangkat menjadi Nabi dan Rasul beliau itu memang seorang ahli ibadah yang tekun.
                Ia termasuk orang yang lurus, namun ada kelemahannya yaitu mudah hilang harapan. Ia telah mengajak kaumnya menyembah Allah dan meninggalkan penyembahan terhadap berhala. Meninggalkan kemaksiatan dan kedurhakaan. Namun diantara sekian banyak kaumnya itu hanya dua orang yang mau mengikutinya.
                Dua orang itu adalah Rubil dan Tanuh. Rubil seorang yang alim dan bijaksana. Tanuh seorang yang tenang dan sederhana.

Nabi Yunus Meninggalkan Kaumnya
            Nabi Yunus mengancam kaumnya bahwa jika dalam tempo 30 hari mereka tidak mau insyaf, tidak bertobat kepada Allah maka akan diturunkan siksa. Allah mencela batas waktu itu dan supaya ditambah 10 hari dengan demikian turunnya siksa itu menjadi  40 hari.
                Ia kembali kepada kaumnya untuk menyampaikan bahwa tenggang waktu bagi mereka ditambah 10 hari. Selepas itu mereka akan disiksa.
                Tetapi kaumnya tidak mau menggubrisnya. Mereka malah berani menunggu datangnya siksa itu. Nabi Yunus putus asa atas kebenggalan kaumnya itu. Ia pergi meninggalkan mereka.
                Setelah 40 hari tiba-iba muncullah awan gelap di pagi hari. Bertambah siang mereka melihat cahaya merah seperti api hendak turun dari langit. Mereka ketakutan, berbondong-bondong mencari Nai Yunus tetapi tidak ketemu. Tak seorangpun mengetahui tempat. Lalu mereka bertaubat dan menjalankan ajaran Nabi Yunus. Maka siksa tak jadi diturunkan.

Ditelan Ikan Paus
                Nabi Yunus tak tahu harus pergi ke mana. Tiba di tepi laut ia menumpang sebuah kapal. Penumpangnya sebenarnya sudah banyak, ketika di tengah laut kapal itu oleng dihantam ombak.
Semua perbekalan sudah dikurangi, namun kapal itu tetap oleng. Nahkoda memutuskan untuk melempar salah seorang penumpang ke laut. Diadakanlah undian. Di undi tiga kali selalu nama  Yunus yang keluar. Tak dapat ditolak lagi maka Nabi Yunus dilempar ke tengah laut.
Allah tidak menghendaki Rasul-Nya binasa. Seekor paus besar diperintah menelan Nabi Yunus. Di dalam perut ikan itulah nabi Yunus sadar akan kesalahannya telah meninggalkan kaumnya.
Ia berdo’a kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya : “Ya Allah, Tiada Tuan selain Engkau. Maha Suci Tuhan. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri. Dan aku termasuk golongan orang yang zalim”.
Atas kesungguhan dalam berdo’a dan karena Rahmat Allah maka Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan paus. Ia tiba di tepi pantai dalam keadaan sakit dan lemah. Setelah Allah mengembalikan kekuatan dan kesehatannya maka ia segera kembali kepada kaumnya.
Ternyata kaumnya itu menyambut kedatangannya dengan gembira. Tak kurang dari 100.000 orang telah diseru Nabi Yunus untuk menyembah Allah.
Karena kaumnya menurut dan bersedia diajak beribadah kepada Allah maka Allah memberikan kelapangan dan ketentraman hidup dan kesenangan selama beberapa masa.



               Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas yang sudah bersedia mengunjungi blog saya. Mohon maaf kalau ada kesalahan kata dan tolong dimaklumi. Semoga ini bermanfaat bagi semuanya, Mohon kritik dan sarannya. Wassalam…

0 komentar:

Posting Komentar

 

IchaNurse Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos